happy wheels

Cahaya Masih Terus Bersinar: Silaturahmi Keluarga Korban Penghilangan Paksa 1997/1998

0

Keluarga korban Penculikan/penghilangan paksa 1997-1998 mengadakan silaturahmi di Gadog, Bogor pada 27 hingga 29 Juli 2013. Silaturahmi keluarga korban yang menjadi cikal bakal terbentuknya Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) tersebut sekaligus forum refleksi perjalanan IKOHI sebagai organisasi keluarga korban pelanggaran HAM yang telah berjalan lima belas tahun.

“Tak terasa, kita telah berjalan hampir lima belas tahun dalam memperjuangan kasus penculikan ini. Satu per satu keluarga korban telah pergi mendahului kita. Mami Koto (ibunda Yani Afri) dan Pak Paimin (ayahanda Suyat) telah meninggal beberapa waktu lalu. Saya yakin mereka mendapatkan kebahagiaan di alam sana. Namun demikian, misi kita dalam memperjuangkan kembalinya saudara-saudara kita yang masih hilang tidak akan pernah pupus berhenti,” ungkap Mugiyanto, ketua IKOHI.

Mugiyanto juga menjelaskan bahwa tahun ini salah satu rekomendasi DPR dalam kasus Orang Hilang 1997/1998, yaitu agar pemerintah meratifikasi Konvensi (anti) Penghilangan Paksa menemui titik terang dengan ditandatanganinya RUU ratifikasi oleh presiden SBY dan diserahkan ke DPR pada tanggal 20 Juni 2013 lalu. Saat ini draft RUU konvensi tersebut telah berada di Badan Legislatif DPR yang akan di serahkan pada komisi untuk dibahas, yang kemungkinan besar adalah Komisi Tiga DPR.

Kabar baik lainnya datang dari Komite HAM PBB (United Nations Human Rights Committee) yang baru saja mengadakan sidang untuk meninjau (monitoring) kondisi HAM Indonesia pada 8-11 Juli 2013 di Jenewa, Swiss. Komite HAM merekomendasikan kepada Presiden RI untuk memastikan dukungan terhadap Komnas HAM untuk penyelesaian masa lalu seperti pengusutan kasus penghilangan paksa pada 1965 dan 1997-1998.

Salah seorang orang tua korban penculikan, Utomo Raharjo (ayahanda Bimo Petrus Anugerah) menyambut baik rekomendasi Komite HAM PBB tersebut. “Ini merupakan saat yang tepat bagi kita untuk tidak lagi berkecil hati. Ternyata suara kita yang telah belasan tahun berjuang ini akhirnya didengar juga di dunia internasional. Ke depan, kita harus menggunakan rekomendasi Komite HAM PBB tersebut untuk semakin mendesak pemerintah menjalankan rekomendasi DPR pada tahun 2009 lalu,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Paian Siahaan (ayahanda Ucok Munandar Siahaan), “Walaupun nampaknya kemajuannya kecil, kita tetap perlu berbesar hati bahwa perjuangan keluarga korban dalam mendapatkan keadilan dan kebenaran kasus penculikan juga ada hasilnya. Desakan bukan hanya dari dalam negeri tapi juga dari luar negeri. Jadi apa yang kita IKOHI lakukan selama ini tida sia-sia belaka. Mari kita berharap yang terbaik bagi bangsa ini ke depan,” ungkapnya. (Jejen)

 

 

Comments

Leave a Reply

Required Fields *
Your email will not be published.