happy wheels

Pekan Budaya dan Konflik

0

Sejauh mana seni dan budaya dapat menjadi pelopor menuju pencegahan konflik dan upaya perdamaian? Bagaimana masyarakat dapat menghadapi pengalaman historis yang beragam dengan persepsi yang berbeda mengenai konflik dan tata nilai? Dan bagaimana seni dapat mencerminkan peristiwa kekerasan atau menanggapi konflik pada kalangan masyarakat yang berbeda-beda?

Selama bertahun-tahun Goethe-Institut mengangkat tema “Budaya dan Konflik” melalui kiprahnya dan melalui beragam kegiatan kebudayaan-nya. Dengan program “Budaya & Konflik” yang akan berlangsung mulai 29 September sampai 6 Oktober 2013 di Goethe-Institut Jakarta, pihak Goethe-Institut bermaksud menyoroti konflik-konflik di Indonesia dan menempatkan semuanya di dalam konteks internasional.

Rangkaian Agenda Acara

29 September 2013 – Akar Kekerasan
19.00 Pemutaran Film Spielzeugland
Film pendek karya Jochen A. Freydank ini memperlihatkan secara mengharukan bagaimana kekerasan kaum Nazi berdampak terhadap semua kelompok masyarakat. Film kini memenangkan Hadiah Oscar tahun 2009 dalam kategori Film Pendek Terbaik.
19.15 Sambutan Sambutan oleh Franz Xaver Augustin dan Katrin Sohns.
19.20 Pemutaran Film Jembatan Bacem
Film Jembatan Bacem berupaya menelusuri pembunuhan massal di Solo yang terjadi di Jembatan Bacem pada tahun 1965/1966. Saksi mata, penganiaya dan korban yang selamat berbicara mengenai pembunuhan mengerikan tersebut.
20.00 Diskusi dan tanya jawab Akar Kekerasan – Perbandingan Internasional Tindak Kekerasan dan Pencerminan Kekerasan dalam Seni
Diskusi ini bersama Franz Magnis-Suseno S.J., Galuh Wandita, dan Okky Madasari dan dimoderatori oleh Hilmar Farid.
30 September 2013 1965 – Indonesia dan Dunia
18.00 Teater Boneka – Secangkir Kopi dari Palaya
Secangkir Kopi dari Palaya oleh Papermoon Puppet Theater didasarkan atas kisah cinta nyata dari masa lalu. Kisah ini berlangsung di zaman penuh gejolak ini mungkin dapat membuat kita membuka mata untuk mengapresiasi apa yang kita miliki serta memahami indahnya dicintai.
Reservasi : kultur@jakarta.goethe.org
19.30 Pembukaan Pameran seni “Corat-Coret 1965”
Ilustrator dan pelukis A. Gumelar Demokrasno dipenjarakan pada tahun 1968. Ia mulai menggambar ketika dipindahkan ke Pulau Buru. Melalui sketsanya ia memberikan gambaran realistis mengenai kehidupan sehari-hari di dalam penjara. Pameran di lobi GoetheHaus.
20.00 Peluncuran Buku & Diskusi 1965 – Indonesia dan Dunia
Disksui ini bersama Bernd Schafer, Baskara T. Wardaya, Ratna Hapsari Rudjito, Mery Kolimon, Bonnie Triyana dan Uchikowati serta dimoderatori oleh Putu Oka Sukanta
1 Oktober 2013 – Korban dan Pelaku
18.00 Teater Boneka – Secangkir Kopi dari Palaya
Secangkir Kopi dari Palaya oleh Papermoon Puppet Theater didasarkan atas kisah cinta nyata dari masa lalu. Kisah ini berlangsung di zaman penuh gejolak ini mungkin dapat membuat kita membuka mata untuk mengapresiasi apa yang kita miliki serta memahami indahnya dicintai.
Reservasi : kultur@jakarta.goethe.org
19.30 Pemutaran Film S21- The Khmer Rouge Killing Machine
Dalam Film yang menyentuh karya Rithy Panh ini, 2 dari segelintir penyintas S21 – Vann Nath dan Chum Mey – bertemu kembali dan mengunjungi bekas penjara di Phnom Penh tersebut. Mereka berjumpa dengan para mantan sipir. Semua orang digambarkan mengalami trauma mendalam.
21.00 Diskusi Korban dan Pelaku: Apa yang menjadikan korban seorang korban? Apa yang menjadikan pelaku seorang pelaku?
Romo Magnis-Suseno akan memberikan jawaban atas pertanyaan ini dalam sebuah dialog interaktif.
2 Oktober 2013 – Sastra Indonesia dan Konflik
15.00 Seminar Politik dan Kekerasan Terhadap Perempuan
Seminar ini akan mengangkat pertanyaan mendasar dan penting yaitu “Mengapa perempuan sering kali dijadikan objek pemerkosaan, penyiksaan seksual dan fitnal dalam kekacauan politik?”
Seminar ini akan dibawakan oleh Kartika Pertiwi dan Ita F. Nadia dan dimoderatori oleh Chika Noya.
Reservasi : institut.ungu@gmail.com
18.30 Pemutaran Film Puisi Tak Terkuburkan Di Tahun 1965, Ibrahim Kadir secara keliru ditangkap setelah dituduh sebagai komunis. Selama ditahan, ia berjumpa tahanan lain yang juga ditangkap tanpa alasan. Sutradara Garin Nugroho akan menyajikan sejumlah adegan film dan berbicara mengenai karyanya.
19.00 Pembacaan Sastra dan Diskusi Sastra Indonesia Modern membahas Konflik Politik
Pembacaan sastra dan diskusi bersama Goenawan Mohamad, Bre Renanda, Putu Oka Sukanta, Martin Aleida dan Okky Madasari. Moderator: Melani Budianta
3 Oktober 2013 – Sulawesi Bersaksi
19.00 Peluncuran Buku dan Diskusi Sulawesi Bersaksi
Dua belas korban/penyinatas Tragedi Kemanusiaan 1965/1966 dari berbagai pelosok Sulawesi akan membuka mata dan hati kita.
Diskusi ini bersama H. Rusdy Mastura (Walkot Palu), Nurlaela Lamasituju, Hilmar Farid, Nasir, Nurhasanah, dan Gaga Risman. Moderator : Putu Oka Sukanta (Editor)
4 Oktober 2013 – Ruang. Waktu.
20.00 Pertunjukan Tari Ruang. Waktu.
Manusia terikat akan ruang dan waktu. Terlena akan keadaan yang nyaman memang menyenangkan. Tapi sadar tidak sadar di luar sana di ruang yang sangat luas, baik ruang yang nyata ataupun “ruang” dalam pemikiran kita dan tiap orang membuat waktu mereka bermanfaat semaksimal mungkin. Tidak hanya bagi diri sendiri tapi juga bagi orang lain.
5 Oktober 2013 – Ruang. Waktu.
20.00 Pertunjukan tari Ruang. Waktu.
Manusia terikat akan ruang dan waktu. Terlena akan keadaan yang nyaman memang menyenangkan. Tapi sadar tidak sadar di luar sana di ruang yang sangat luas, baik ruang yang nyata ataupun “ruang” dalam pemikiran kita dan tiap orang membuat waktu mereka bermanfaat semaksimal mungkin. Tidak hanya bagi diri sendiri tapi juga bagi orang lain.
6 Oktober 2013 – Budaya dan Konflik: Pengalaman Perempuan
13.00 Pemutaran Film Plantungan Film karya Putu Oka Sukanta dan Fadillah Vamp Saleh
Film ini mendokumentasikan kekerasan yang dialami beberapa perempuan korban gejolak politik pada tahun 1965. Suci Danarti dan Pujiyanti, menceritakan kehidupan mereka selama ditahan di Plantungan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
14.00 Diskusi Perempuan Seniman Menanggapi Konflik
Diskusi ini bersama Andy Yentriyani, Dolorosa Sinaga, dan Margareta Astaman. Moderator: Melani Budianta
19.00 Pemutaran Film Sang Penari
Sang Penari merupakan film Indonesia yang dibuat pada tahun 2011 dan berdasarkan pada novel trilogy karya Ahmad Tohari, Ronggeng Dukuh Paruk dan disutradari oleh Ifa Isfansyah. Film ini menceritakan Kisah Cinta yang terjadi pada pertengahan tahun 1965, masa kelam dalam sejarah Indonesia.

Comments

Leave a Reply

Required Fields *
Your email will not be published.